Selasa, 09 Juni 2015

Konservasi Arsitektur pada Kawasan ASEAN (Laos)

Pha That Luang, Laos


Pha That Luang merupakan sebuah nama candi besar dilapisi emas yang berada di ibukota Vientiane, Laos. Diperkirakan bangunan candi yang merupakan bagian dari kebanggaan masyarakat Laos dan menjadi monumen nasional oleh pemerintah negara Laos ini dibangun pada tahun 1566 dan sempat direnovasi tahun 1930. Makna nama ‘Pha That Luang’ diterjemahkan secara harfiah berarti stupa emas besar yang kala itu dibangun atas perintah raja Setthathirat pada masa peradaban bangsa Khmer. Menurut kepercayaan masyarakat bahan struktur pembuatan 
candi dibawa dari India oleh para misionaris Pengadilan Kaisar Ashoka.

Sejarah
Kerajaan Laos adalah kota Luang Prabang (Xiengthong), setelah kemenangan berperang atas Burma, Raja Setthathirat memerintahkan tentara dan rakyatnya untuk memindahkan ibukota dari Luang Prabang ke Vientiane dengan pertimbangan memiliki lokasi strategis sebagai ibukota kerajaan. Sesampainya di Vientiane Raja memerintahkan pembangunan istana, kuil dan monumen, diantaranya candi Pha That Luang yang bertujuan untuk membuat perlindungan pada stupa besar di Chiang Mai.

Arsitektur
Pha That Luang adalah stupa Buddha berukuran besar dari 45 meter dan lebar 69 meter berbentuk piramida dan dikelilingi secara teratur oleh 30 stupa berukuran kecil. Stupa Pha That Luang ditutupi dengan 500 kilogram lapisan emas murni dan logam mulia yang dibuat menjadi penampilan warna emas sehingga memberikan kesan sangat istimewa, citra dan kemegahan Laos. Sedangkan proses pembuatan stupa emasnya sendiri dikerjakan selama 6 tahun pada masa itu. Stupa Pha That Luang dibangun pada 3 tingkat, yang dilambangkan pendakian dari Bumi dan langit. Tingkat pertama adalah bawah yang dapat dipahami sebagai awal kelahiran dan awal menapaki perjalanan hidup, tingkat kedua 30 kesempurnaan agama Buddha dan tingkat ketiga atau terakhir, merupakan awal kerajaan (taman) surga dalam kepercayaan umat Buddha. Pada setiap tingkat memiliki komposisi lebar yang berbeda, tingat pertama berukuran 69 meter, tingkat kedua 47 meter dan tingkat terakhir hanya 29 meter.

Kawasan sekitaran kompleks Candi Pha That Luang juga dikelilingi biara dengan panjang 85 meter, yang menampilkan berbagai patung Budda dan lukisan. Semua ruang di luar Pha That Luang terdiri dari kebun, kuil , monumen, patung dan istana. Daerah di luar kawasan ini dapat diakses secara publik baik masyarakat atapupun wisatawan. Penampilan candi Pha That Luang memiliki fasad yang sangat menarik dan unik serta juga yang menjadi pusat perhatian adalah candi kecil di sekitar kawasan Pha That Luang.
Namun untuk dapat mengakses bagian dalam (interior) kawasan stupa emasnya pengunjung masyarakat ataupun wisatawan harus membayar uang masuk tapi banyak wisatawan lcenderung ebih memilih untuk melihat dan mengabadikannya dari luar saja.Ketika kita memasuki  akses ke interior dari kawasan stupa, kita bisa berjalan-jalan melalui biara, menampilkan peninggalan sisa-sisa patung dan lukisan.







Lalu di kawasan sekitar candi juga terdapat taman kecil berada di tengah-tengah kompleks Pha That Luang yang disebut kebun Saysettha. Kemudian juga ada istana yang sungguh megah dan mengesankan dengan gaya arsitektur khas Thailand. Pada bagian luar melewati tempat parkir mobil terdapat monumen revolusi perjuangan rakyat Laos. Sedangkan kuil yang berada di kawasan stupa besar difungsikan sebagai tempat tingal biarawan dan pelajar.



Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar